Nama: Achmad Muttaqin
NPM: 20410081
Kelas: 3IC05
1.1 Pengolahan Limbah Industri Karet
1.1.1 Industri Karet
Karet adalah
polimer hidrokarbon yang terkandung pada lateks beberapa jenistumbuhan. Sumber
utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah paraatau Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain jugamenghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet
Dalam bentuk
kompon, karet alam sangatmudah dilengketkan satu sama lain
sehingga sangat disukai dalam pembuatan barang- barang yang perlu
dilapis-lapiskan sebelum vulkanisasi dilakukan.
Keunggulan daya lengket inilah yang
menyebabkan karet alam sulit disaingi olehkaret
sintetik dalam pembuatan karkas untuk ban radial ataupun dalam pembuatan solkaret
yang sepatunya diproduksi dengan cara vulkanisasi langsung.
Karet alam
mengandung beberapa bahan antara lain: karet hidrokarbon, protein,lipid
netral, lipid polar, karbohidrat, garam anorganik, dll.
Protein dalam karet alam dapat
mempercepat vulkanisasi atau menarik air dalamvulkanisat. Beberapa lipid ada
yang merupakan bahan pencepat atau antioksi dan. Protein juga dapat
meningkatkan heat build up tetapi dapat juga meningkatkan ketahanan sobek.
Karet alam lama
kelamaan dapat meningkat viskositasnya atau menjadi keras.Ada jenis karet alam
yang sudah ditambah bahan garam hidroksilamin sehingga tidak bisa
mengeras dan disebut karet CV (contant viscosity). Karet alam bisa mengkristal
padasuhu rendah (misalkan -26°C) dan bila
ini terjadi, diperlukan pemanasan karet sebelumdiolah pabrik barang jadi
karet.
Sumber: http.wikipedia Limbah karet.com
1.1.2 Sumber Limbah Industri Karet
Apabila dilihat dari tahapan poduksi
baik dari bahan baku berasal dari lateks dan bahan olahan karet rakyat
(bokar), maka limbah yang terbentuk pada industri karet dapat berupa limbah padat, limbah cair, dan limbah
gas. Kualitas bahan baku berpengaruhterhadap tingkat kuantitas dan kualitas
limbah yang akan terjadi dengan rincian sebagai berikut :
1.
makin kotor bahan karet olahan
akan mkin banyak air
yang
diperlukan untuk proses pembersihannya, sehingga debit limbah cairpun meningkat.
2.
makin kotor dan makin tinggi
kadar air dari bahan baku karet olahan, akan makinmudah
terjadinya pembusukan, sehingga kuantitas limbah gas/bau pun meningkat.
3.
bahan baku karet olahan yang
kotor menyebabkan kuantitas. lumpur, tatal dan pasir relatif
tinggi.
Pembersihan dilakukan melalui pengecilan ukuran,
proses ini juga bertujuan untuk memperbesar luas pemukaan karet agar waktu
pengeringan relatif singkat. Dengandemikian, limbah yang terbentuk
dominan berbentuk limbah cair. Sumber limbah
cair dapat dikategorikan dari proses produksi dengan rinciansebagai
berikut:
1.
Bahan baku olahan karet rakyat
Bahan baku karet rakyat berbentuk koagulum (bongkahan)
yang telah dibubuhi asamsemut, dan banyak mengandung air dan unsur pengotor
dari karet baik disengaja maupuntidak disegaja oleh kebun rakyat. Sumber
limbahnya antara lain:
1.
penyimpanan koagulum
2.
sebelum produksi terlebih dulu karet disempot air
sehingga menghasilkan limbah
3.
pencacahan koagulum lalu di cuci dengan air lagi
4.
proses peremahan dengan hammer mill juga menghasilkan
limbah cair, waaupun jumlahnya relatif kecil
2.
Bahan baku berasal dari lateks kebun Dalam proses produksi untuk meghasilkan karet
digunakan air lebih sedikit, tetapimempunyai bahan kimia didalam air limbahnya.
Sumber limbahnya adalah dari proses pencacahan dan peremahan.
Pengaruh tiap parameter terhadap
lingukungan dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.
BOD
BOD merupakan salah satu parameter
limbah yang ,e,beri gambaran atas tingkat polusiair. Semakin tinggi nilai BOD menunjukkan makin besar oksigen yang
dibutuhkan oleh mikroorganisme
merubah organik. Yang akhirnya
berakibat kematian berbagai biota air. Pengurangan konsentrasi oksigen
terlarutmenyebabkan kondisi aerob bergeser ke kondisi anaerob.
b.
COD
COD mirip
dengan BOD, bedanya osigen yang diperlukan merupakan oksigenkimiawi seperti O2 atau oksidator lainnya untuk mengoksidasi secara kimia bahanorganik menjadi senyawa lain seperti gas metan, amoniak, dan karbon
dioksida. karena hampir seluruh jenis bahan organik dapat
teroksidasi secara kimia termasuk bahan organik yang teroksidasi secara
biologis.
c.
Padatan Terendap
Padatan terendap menunjukkan jenos
padatan yang terkandung di dalam cairan limbahyang mampu mengendap di dasar
cairan secara gravitasi dalam waktu paling lama sekitar 1 jam.
d.
Padatan Tersuspensi
Padatan
tersuspensi adalah padatan yang membentuk suspensi atau koloid. Secarakasat mata padatan ini terlihat mengapung atau mengambang serta mengeruhkan
air karena berat jenisnya relatif rendah.
Sumber: JurnalTeknik dan Manajemen Lingkungan. Pusat Studi
Lingkungan
UniversitasLampung. Februari
2001.
1.1.3 Karakteristik dan Dampak Limbah cair
Karakteristik
dan jumlah limbah yang dihasilkan dari proses produksi karetdipengaruhi
oleh bahan baku yang digunakan:
1.
Perkiraan Debit Limbah
Cair
Proses pengolahan karet tergolong proses basah, banyaknya kebutuhan air
untuk keperluan pngolahan akan menentukan banyaknaya limbah cair yang
dihasilkan,sekaligus menetukan rancangan ukuran sarana pengolah limbah. Jumlah air
yangdigunakan dalam proses produksi, hampir
seluruhnya menjadi limbah, karenakaret baik berupa bahan baku maupun
setengah jadi tidak menyerap air. Pengaruhkebutuhan
air adalah tingkat kotoran yang ada dalam bahan baku, serta efesiensikinerja sarana pengolahan. mengalami pembusukan jika suhu air
meningkat (musim panas). Dampak negatif juga timbul jika air limbah
langsung dibuang ke sungai atau perairan umum. Bagi pabrik yang berlokasi di areal perkebunan, penanganan limbah
cair relatif mudah, bahkandapat dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman
karetnya.
2.
Karakteristik dan Dampak Limbah
Padat
Secara umum
limbah padat yang terbentuk pada pengolahan karet tidak tergolong limbah beracun. Limbah biasanya hanya berupa
tatal, lumpur, pasir rotan, kayu, daun, dan plastik bekas kemasan. Bokar yang
kotor merupakan sumber utama pembawa
limbah padat.Beberapa jenis padatan dalam jumlah yang sudahsedemikian besar akan mengganggu keseimbangan
ekosistem. Limbah tersebut jika
dibuang ke sungai, dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan pendangkalan
badan air. Limbah padat akan dikirim ke TPA dalam keadaan sudahcukup kering,
lebih baik lagi jika sudah bersifat kompos, sehingga di TPA tinggal proses
pelapukan akhir.
Sumber: tavivsupriadi.wordpress.com/.../pengelolaan-limbah
BAB II
Penanganan
2.1 Penanganan
Limbah Pabrik Karet
2.1.1 Karet Alam
Karet alam
diperoleh dari getah resin karet (lateks karet alam) yangdisebut Hevea
Brasiliensis yang berasal dari daerah Amazon dengan cara penggumpalan dan pengeringan. Tergantung dari cara memprosesnya,
secaraumum karet alam dibagi menjadi 3. Daerah penghasil karet alam terbesar
yangmemproduksi 70% dari jumlah seluruh produksi karet dunia adalah Thailand,Indonesia,
dan Malaysia.
2.1.2 Karet Sintetis
Karet sistetis
sengaja dibuat sedemikian rupa mirip dengan karet alam.Ada banyak
macamnya yaitu Karet Isopuren ( IR ), Karet Stiren Butadien (SBR ),Karet Butadien ( BR ), Karet Khloropuren ( CR ),
Karet Nitril ( NR ), KaretBUTIL ( IIB
), Karet etilen propilen ( EPDM ), Karet Uretan ( AU, EU ), Karetsilicon ( VMQ,
FVMQ ), Karet Acril (ACM ) dan lain lain.Karet sintetis yang paling
banyak diproduksi ada 3 jenis yaitu karet isopuren, karet stiren butadiene,dan
karet butadiene. Bila digabung dengan karet alam, prosentase karet sintetis
inimeliputi 80 %. Karet tersebut terutama digunakan sebagai bahan baku
pembuatan ban.
2.1.3 Suplai karet alam
Karet alam
diproduksi di daerah katulistiwa seperti Thailand, Indonesia,Malaysia,
India, Vietnam, Srilanka, Liberia, Nigeria dan lain lain. Negara terbesar penghasil karet adalah Thailand, Malaysia
dan Indonesia. Getah karet dapat diambil sepanjang tahun, tetapi jumlah
produksi getah pada musim panas( April ~September
) dan musim gugur ( Februari ~ April ) menurun, sedangkan padamusim hujan (Oktober ~ Januari ) mengalami
peningkatan. Namun, bila hujanturun dengan deras maka pengambilan getah pun
sulit dilakukan dan kualitasgetah pun menurun. Getah pohon karet baru dapat
diambil setelah pohon karet berumur 5~7 tahun. Karena itu meski
harga karet melonjak, jumlah produksi tidak dapat meningkat, juga meski harga karet menurun sekalipun, jumlah
produksikaret tidak dapat diturunkan. Dengan kondisi seperti itu,
berarti jumlah produksikaret tidak berubah meski harga karet berubah.
2.1.4 Elemen elemen getah karet
Getah karet merupakan cairan
berbentuk koloid yang mengandung zat zatseperti
lateks, tepung, lemak, protein dan lain lain. Molekul molekul karet padasiang
hari terbentuk di bagian daun tumbuhan karet, dan bila hari menjelang sore,getah dikirim ke bagian kulit pohon dalam bentuk
polimer. Proses pengambilangetah karet dilakukan pada pukul 5 sampai pukul 8
pagi hari, karena getah karet berkumpul pada pagi hari.Getah dari pohon
Hevea Brasiliensis ( lateks ) dapatdiperoleh
sekitar 200 ~ 400 ml, dan selain mengandung isopuren, ia jugamengandung
bermacam macam elemen lainnya. Masalah bau
busuk yang mencemari udara di sekitar pabrik karet (cerobong asap), padahal disekeliling pabrik sudahmenjadi
kawasan perumahan. Pada akhirnya bau busuk ini menimbulkan keluhan-keluhan masyarakat disekeliling pabrik atau, walaupun hal ini akan menyebabkan waktu
pengolahanmeningkat karena terhentinya perputaran modal dalam jumlah
besar selam waktu tersebut.
2.2 Produk Karet
Pabrik karet Santo
Rubber mengolah, mendisain, mengembangkan memproduksi berbagai macam produk
cetakan dan juga kompon karet untu industri karet atapun industri lainnya.
Bahan yang dipakai dalam pengolahan karet berasal dari karet alam maupun karet
sintetis termasuk custom fluorocarbon (viton) untuk aplikasi khusu. Dengan
pengalaman yang cukup, produk karet yang di hasilkan oleh, dapat disesuaikan
dengan berbagai macam kebutuhan karet industri, mesin industri, atapun aplikasi
karet dibidang lain sesuai dengan permintaan pelangan termasu di antaranya
semua barang karet (industrial rubber product) .
Sumber: http://bundaranpertanian.blogspot.com
BAB III
PEMABAHSAN,
KESIMPULAN
DAN
UNDANG-UNDANG
3.1 PEMBAHASAN
Suatu industri
akibat limbah dihasilkan merupakan kompensasi dariterganggunya lingkungan dan dampak eksternalitas yang harus ditanggung
olehmasyarakat sekitar. kenyamanan akibat bau yang ditimbulkanselain itu terdapat kemungkinan gangguan kesehatan
akibat akumulasi dari zat pencemar tertentu dalam tubuh. Social cost
merupakan aplikasi dari prinsip pencemar
membayar atau polluter pays principle berupa pengenaan pungutan atau pajak lingkungan yang merupakan kenyataan
bahwa suatu barang seharusnya mencerminkan seluruh biaya produksi termasuk penggunaan sumberdayalingkungan
dan mengakomodasikan biaya eksternal atau lingkungan (Suparmokodan Suparmoko,
2000). Berdasarkan diskusi dengan pakar maka social-cost yangdikeluarkan
oleh pabrik dapat berupa pengecekan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar pabrik atau membangun
sarana sosial yang dapat digunakanoleh masyarakat sekitar
Pada kondisi yang lain yaitu lokasi-pabrik
is di pemukiman, masyarakatmenolak cemaran dan proses-pengolahan menggunakan
pre-drying menghasilkankriteria kontrol limbah yang ketat. Selanjutnya dengan
kriteria kontrol limbah yangketat tetapi
dana pengolahan limbah yang dimiliki berlebih dan fasilitas pengolahanlimbah cair yang dimiliki sedang menghasilkan
rekomendasi akhir berupa perusahaan
menerapkan unit pengolahan limbah gas dan mengeluarkan social costkepada
masyarakat sekitar.
3.2 KESIMPULAN
·
Pembangunan di bidang industri tersebut di satu pihak
akan menghasilkan barang yang bermanfaat bagi kesejahteraan hidup rakyat,
dan di lain pihak industri itu juga akan menghasilkan limbah
·
Getah karet merupakan cairan berbentuk koloid yang
mengandung zat zatseperti lateks, tepung, lemak, protein dan lain lain.
·
Kondisi pengolahan limbah cair
dikatakan sedang apabila setidaknya terdiridari kolam anaerobik dan fakultatif
yang dengan baik mampu menurunkanCOD dan BOD walaupun belum optimal untuk
menyisihkan nutrien
·
ntuk mengatasi masalah bau busuk dan mutu karet
tersebut, BalaiPenelitian Sembawa telah mengembangkan dan menghasilkan
formulaDeorub yang disebut dengan Deorub.
·
Bau busuk menyengat terjadi juga karena pertumbuhan
bakteri pembusuk yang melakukan biodegradasi protein di dalam bokar
menjadi amonia dansulfida.
·
Teknik penanganan limbah gas
menggunakan scrubber akan menghasilkanlimbah dalam bentuk lain yaitu limbah
cair.
Sumber : http:// erizco. wordpress. com/2010/04/15/kerusakan – lingkungan -
hidup-akibat-limbah industri/
3.3 UNDANG-UNDANG
PERATURAN MENTERI PERTANIAN
NOMOR 38/Permentan/OT.140/8/2008
TENTANG
PEDOMAN PENGOLAHAN DAN PEMASARAN
BAHAN OLAH KARET (BOKAR)
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA
ESA
MENTERI PERTANIAN.
Menimbang : a. bahwa komoditas
karet merupakan salah satu komoditi unggulan perkebunan yang mampu menghasilkan
devisa bagi Negara, menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan membantu pelestarian
fungsi lingkungan hidup.
b. bahwa untuk
meningkatkan peranan dan daya saing komoditas karet salah satu upaya dilakukan melalui
perbaikan mutu bahan olah karet.
c. bahwa atas dasar
hal-hal tersebut di atas dan sesuai dengan amanat Pasal 28 Undang-undang Nomor
18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, dipandang perlu menetapkan Pedoman Pengolahan
dan Pemasaran Bokar Olah Karet (BOKAR).
Mengingat : 1. Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara tahun 1984 Nomor 22,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274)
2. Undang-Undang Nomor 18
Tahun 2004 tentang Perkebunan (Lembaran Negara tahun 2004 Nomor 85, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 4411)
3.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara
tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437)
4. Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 1986 tentang Kewenangan Pengaturan, Pembinaan dan Pengembangan
Industri (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara 4437)
5. Peraturan
Pemerintah Nomor 44 Tahun 1997 tentang Kemitraan (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor
91, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3718)
6. Peraturan
Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standarisasi Nasional Indonesia (Lembaran
Negara Tahun 2000 Nomor 199, Tambahan Lembaran Negara 4020);
7. Peraturan
Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah,
Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara
Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara 4737);
8. Keputusan
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 108/MPP/Kep/5/1986 tentang Standardisasi,
Sertifikasi, Akreditasi dan Perdagangan jis keputusan Menteri Perindustrian dan
Perdangan Nomor 384/MPP/Kep/8/1999;
9. Keputusan
Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu;
10. Peraturan
Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia juncto Peraturan
Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
11. Peraturan
Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I
Kementrian Negara Republik Indonesia;
12. Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 299/Kpts/ OT.140/7/2005 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor
11/Permentan/OT.140/2/ 2007;
13. Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 341/Kpts/OT.140/9/2005 tentang Kelengkapan Organisasi dan
Tata Kerja Departemen Pertanian juncto Peraturan Menteri Pertanian Nomor
12/Permentan/OT.140/2/2007.
14. Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/ OT.140/2/2007 tentang Pedoman Perizinan
Usaha Perkebunan;
15. Peraturan
Menteri Pertanian Nomor 58/Permentan/ OT.140/2/2007 tentang Pelaksanaan Sistem Standarisasi
Nasional di Bidang Pertanian;
Sumber: perundangan.deptan.go.id/.../Permentan-38-08.pdf
DAFTAR PUSTAKA
http.wikipedia Limbah karet.com
JurnalTeknik dan Manajemen
Lingkungan. Pusat Studi Lingkungan Universitas Lampung. Februari2001.
Sumber:
tavivsupriadi.wordpress.com/.../pengelolaan-limbah.
Sumber:
perundangan.deptan.go.id/.../
Layanan Pendanaan Le_Meridian melampaui dan melampaui persyaratan mereka untuk membantu saya dengan pinjaman saya yang saya gunakan memperluas bisnis farmasi saya, Mereka adalah permata yang ramah, profesional, dan mutlak untuk bekerja dengan. Saya akan merekomendasikan siapa pun yang mencari pinjaman untuk dihubungi. Email..lfdsloans @ lemeridianfds.com Atau lfdsloans@outlook.com.WhatsApp ... + 19893943740.
BalasHapus